Jumat, 12 Oktober 2012

tugas 3 "contoh etika dalam bisnis"


Contoh Kasus Etika Bisnis.

Beberapa tahun terakhir ada beberapa berita yang mempertanyakan apakah etika dan bisnis berasal dari dua dunia berlainan.
1. Pertama, melubernya lumpur dan gas panas di Kabupaten Sidoarjo yang disebabkan eksploitasi gas PT. Lapindo Brantas.
2. Kedua, obat antinyamuk HIT yang diketahui memakai bahan pestisida berbahaya yang dilarang penggunaannya sejak tahun 2004. Dalam kasus Lapindo, bencana memaksa penduduk harus ke rumah sakit. Perusahaan pun terkesan lebih mengutamakan penyelamatan aset-asetnya daripada mengatasi soal lingkungan dan sosial yang ditimbulkan. Pada kasus HIT, meski perusahaan pembuat sudah meminta maaf dan berjanji akan menarik produknya, ada kesan permintaan maaf itu klise. Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker itu terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran.
3. Kondisi lain adalah adanya kondisi masyarakat Irian yang masih terbelakang, sementara hasil kekayaan yang dimiliki wilayah tersebut diambil oleh PT. FREEPORT tanpa meningkatkan kesejahterahaan masyarakat sekitarnya. Atas kasus-kasus itu, perusahaan-perusahaan tersebut terkesan melarikan diri dari tanggung jawab.
4. Sebelumnya, kita semua dikejutkan dengan pemakaian formalin pada pembuatan tahu dan pengawetan ikan laut serta pembuatan terasi dengan bahan yang sudah berbelatung.
Dari kasus-kasus yang disebutkan sebelumnya, bagaimana perusahaan bersedia melakukan apa saja demi laba. Wajar bila ada kesimpulan, dalam bisnis, satu-satunya etika yang diperlukan hanya sikap baik dan sopan kepada pemegang saham. Harus diakui, kepentingan utama bisnis adalah menghasilkan keuntungan maksimal bagishareholders. Fokus itu membuat perusahaan yang berpikiran pendek dengan segala cara berupaya melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan keuntungan. Kompetisi semakin ketat dan konsumen yang kian rewel sering menjadi faktor pemicu perusahaan mengabaikan etika dalam berbisnis.

 Meskipun bisnis merupakan kegiatan yang berorintasi untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar – besarnya, namun bukan berarti hanya aspek untuk mendatangkan keuntungan perusahaan saja yang selalu diutamakan. Perusahaan juga harus mementingkan lingkungan sekitar perusahaan. Jangan sampai demi mendapatkan keuntungan yang besar,dampak yang ditimbulkan tidak menjadi perhatian. Dalam kasus Lapindo misalnya, sebaiknya dalam penanganan kerugian akibat  semburan lumpur juga harus diselesaikan sesegera mungkin mengingat masih banyak korban yang belum menerima ganti rugi.
Bahan baku yang sebaiknya digunakan oleh perusahaan dalam menghasilkan produknya sebaiknya mengguanakan bahan yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Janganlah  demi keuntungan semata masyarakat menjadi korban. Penggunaan pestisida berbahaya dalam obat pembasmi nyamuk tidaklah dapat di tolerir. Selain itu juga,penggunaan bahan kimia jenis formalin tidaklah semestinya digunakan sebagai pengawet makanan. Para pengusaha hendaklah menggunakan bahan – bahan yang aman bagi manusia,terlebih bagi barang jenis konsumsi. Apabila obat tersebut saat ini masih dijual bebas,sebaiknya instansi terkait meneliti apakah masih terkandung pestisida berbahaya atu tidak di dalamnya. Apabila terindikasi masih mengandung pestisida,pemerintah harus menarik produk tersebut dari pasaran. Demikian juga halnya dengan tahu. Inspeksi mendadak ketempat pengusaha tahu merupakan hal yang mutlak dilakukan agar peredaran tahu berformalin tidak terulang terus.
Pemberdayaan masyarakat sekitar juga mutlak menjadi perhatiin bagi perusahaan. PT Freport harus memikirkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar yang menjadi pekerjanya. Jangan hanya keuntungan yang di optimalkan tetapi pekerja dibayar murah dan masyarakat sekitar mendapatkan musibah dari limbah produksi perusahaan.
Etika bisnis yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha diantaranya adalah sikap kepedulian terhadap karyawan dan lingkungan sekitar perusahaan, menjalankan strategi bisnis secara sehat dengan para pesaingnya guna menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat dan saling menguntungkan, penggunaan bahan baku yang aman dan tepat bagi hasil produksi perusahaan baik pangan maupun pangan, dan yang tidak kalah penting adalah ketaatan akan peraturan yang berlaku dimanapun perusahaan itu berada. 

http://zonegirl.wordpress.com/2011/10/03/pengertian-etika-bisnis-beserta-contoh-nya/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar